WINNET.ID Gorontalo – Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, dibawah koordinasi Anggota Komisi 3, Sun Biki, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Molohu untuk mengevaluasi progres pembangunan Proyek Tanggul Paguyaman.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati langsung kemajuan proyek mitigasi banjir yang sedang berlangsung di Desa Molohu dan Desa Tolite.
Dalam pernyataannya, Anggota Komisi 3, Sun Biki, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi secara langsung kemajuan proyek Tanggul Paguyaman tersebut.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Buti Menuai Kritikan dari Anggota Komisi 3: Ini Penyebabnya!
“Awalnya, proyek sepanjang 1.200 meter ini dianggarkan sekitar 16 miliar Rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun anggaran tersebut mengalami pemangkasan menjadi sekitar 11 miliar Rupiah setelah proses tender,” ungkap Sun Biki kepada awak media.
Ketika tiba di lokasi proyek, tim komisi 3 melihat kemajuan signifikan dalam fase implementasi. Pekerjaan fisik telah dimulai, terlihat dari aktivitas pemasangan striping dan pembuatan pondasi dasar.

“Langkah-langkah persiapan ini dianggap penting untuk memastikan kesiapan struktur di bawahnya, yang merupakan bagian dari pembangunan tanggul yang akan datang,” ujar Sun Biki.
Baca juga: Kesehatan dan Pendidikan Jadi Sorotan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo
Kunjungan ini membawa optimisme dan kelegaan bagi anggota Komisi 3. Meskipun perkiraan penyelesaian proyek adalah tujuh bulan ke depan, tanda-tanda awal kemajuan memberikan harapan bagi penduduk Desa Tolite dan Molohu.
“Masyarakat di dua desa ini telah lama menghadapi ancaman banjir yang berulang, yang memperburuk kondisi hidup dan mata pencaharian mereka. Oleh sebab itu, kemajuan nyata dari proyek ini menjadi harapan masa depan yang lebih baik bagi warga desa Tolite dan Molohu,” pungkasnya.
Proyek mitigasi banjir ini dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang sering terjadi. Dengan evaluasi kemajuan proyek ini, diharapkan Desa Molohu dan Desa Tolite akan segera mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari ancaman banjir.

















