Menu

Mode Gelap

Daerah WITA

Workshop Kwarda Pramuka Gorontalo: Kajian Sosial dan Psikologi untuk Solusi Bunuh Diri


					Workshop Kwarda Pramuka Gorontalo: Kajian Sosial dan Psikologi untuk Solusi Bunuh Diri Perbesar

Silahkan di Share Yach

winnet.id – Workshop Anomali Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Gorontalo: Kajian Sosial dan Psikologi untuk Solusi.


Kwarda, Provinsi GorontaloKwartir Daerah (Kwarda) Gorontalo, melalui Pusat penelitian daerah gerakan Pramuka (Puslitbangda), menyelenggarakan Workshop Anomali Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Remaja dengan tema ‘Studi Kasus Dalam Konteks Sosial dan Psikologi di Gorontalo‘.

Acara yang diadakan di aula kantor Kwartir Daerah Gorontalo ini dihadiri oleh para ahli terkemuka, Dr. Mukhtar Ahmad dan Prof. Dr. Novianti Djafri.

Ketua Kwartir Daerah Gorontalo, Sofyan Puhi, mengungkapkan, fenomena bunuh diri di kalangan remaja saat ini menjadi perhatian serius.

“Dalam upaya menjalankan amanah undang-undang nomor 10 Tahun 2012, Pramuka berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan pribadi, sambil menjaga keutuhan NKRI.” buka Sofyan, dalam sambutannya.

Pramuka

“Namun, fenomena bunuh diri yang marak terjadi di Provinsi Gorontalo mengindikasikan adanya permasalahan yang perlu kita seriusi dan harus segera atasi.” sambungnya, tegas.

Baca juga:

Naksir Kamu: Gerakan Pramuka Dalam Mengatasi Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo

Gerakan Aksi Sayang Diri Kaum Muda (Naksir Kamu): Aksi Perlawanan melawan Bunuh Diri

Dalam konteks ini, Kwartir Daerah Pramuka Gorontalo sebelumnya, telah berupaya membuat gebrakan melalui program gerakan aksi sayang diri “Naksir Kamu“. Program ini melibatkan kunjungan ke sekolah-sekolah dengan pesan tentang mencintai diri sendiri dan menghindari perilaku merugikan diri, termasuk bunuh diri.

“Tapi Sayangnya, upaya sementara kami ini belum didasari oleh penelitian ilmiah yang mendalam. Oleh karena itu, Workshop ini menjadi momen istimewa, karena kita menghadirkan tim ahli,l seperti kakak Dr. Mukhtar Ahmad dan kakak Prof. Dr. Novianti Djafri.” ujar Sofyan.

Pramuka

Kehadiran mereka, kata Sofyan, akan memberikan pandangan ilmiah kepada Pramuka terhadap fenomena bunuh diri yang tengah terjadi. Pertemuan ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi landasan bagi program-program yang akan dijalankan oleh Pramuka Gorontalo, kedepan.

“Kami berharap, kerja sama dengan para tim ahli ini akan membantu Pramuka Gorontalo merancang program-program yang terukur, efektif, dan terevaluasi dengan baik.” harapnya.

Menurut Sofyan, hasil rekomendasi dari workshop ini, nantinya akan menjadi panduan dalam merumuskan kebijakan dan program-program yang bertujuan untuk mengatasi fenomena bunuh diri di kalangan remaja, baik melalui Pramuka maupun melalui keterlibatan pemerintah daerah.

Dengan dukungan pengetahuan dan wawasan dari para ahli, Pramuka Gorontalo berharap dapat menjadi bagian dari solusi yang lebih luas untuk mengatasi fenomena bunuh diri yang sedang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo. (004/ilam)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Buka Bersama DPD PJS Gorontalo, Ketua: Jang Tako, Pukul!

6 April 2024 - 20:48 WITA

Malam Puncak Festival Ramadhan Pegadaian: Akan Dimeriahkan oleh Penampilan Istimewa, Wizz Baker

6 April 2024 - 03:26 WITA

Festival Ramadhan Pegadaian di Gorontalo: Berkah Bagi UMKM di Bulan Suci!

6 April 2024 - 03:05 WITA

Jelang Lebaran, Kehumasan DPRD Gelar Silaturahmi dengan Sejumlah Jurnalis Media Mitra DPRD

5 April 2024 - 22:33 WITA

Pembangunan Jembatan Buti Menuai Kritikan dari Anggota Komisi 3: Ini Penyebabnya!

5 April 2024 - 15:47 WITA

Merangsang Hubungan Kemitraan, Kejati Gorontalo Gelar Bukber Dengan Sejumlah Jurnalis Media Massa

5 April 2024 - 04:47 WITA

Trending di Kejati Gorontalo