WINNET.ID – Dalam upaya meningkatkan jangkauan informasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus mempererat kemitraan dengan insan pers, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo menggelar kegiatan sosialisasi bersama wartawan yang tergabung dalam organisasi Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Gorontalo, Sabtu (11/7).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman para jurnalis mengenai manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin luas, akurat, dan mendorong percepatan terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Provinsi Gorontalo.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo,Sanco Simanullang,menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program utama yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Menurutnya, kelima program tersebut dirancang untuk melindungi pekerja, baik sektor formal maupun informal, dari berbagai risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi selama masa kerja maupun setelah tidak lagi bekerja.
“Manfaat yang diterima peserta jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan. Selain perlindungan biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja sesuai indikasi medis tanpa batas plafon, peserta maupun ahli waris juga berhak memperoleh santunan kematian, manfaat pensiun, tabungan hari tua, hingga beasiswa pendidikan bagi anak peserta sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Sanco.
Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mengajak pemerintah daerah, perusahaan, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat untuk memastikan setiap pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja sekaligus mendukung pencapaian Universal Coverage Jamsostek di Gorontalo.
Melalui sinergi dengan insan pers, BPJS Ketenagakerjaan berharap informasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman, produktif, dan terlindungi dari berbagai risiko sosial ekonomi.
















