WINNET.ID GORONTALO – Dalam reses terbarunya di Kelurahan Limba U1, Kota Gorontalo, Fikram AZ Salilama, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, mendapatkan berbagai aspirasi dan keluhan dari masyarakat.
Salah satu isu yang mencuat dalam reses adalah keprihatinan masyarakat terhadap proyek Kanal Tanggidaa yang stagnan. Proyek ini tidak hanya menjadi tanda tanya bagi masyarakat, tetapi juga dianggap merusak wajah kota Gorontalo.
“Masyarakat pun merasa terganggu oleh dampak yang muncul akibat kemacetan proyek, terutama debu yang mengganggu pengguna jalan dan rumah-rumah penduduk sekitar proyek,” ungkap Fikram mengawali Wawanncara usai kegiatan. (22/01/23)
Baca juga: Meyke Camaru: Caleg Berintegritas Tanpa Money Politik
Dalam tanggapannya, Fikram mengaku pihaknya telah menindaklanjuti masalah ini beberapa hari lalu, terlebih setelah adanya dugaan kerugian negara yang ditemukan BPK.

“Kami di Komisi 1 sudah berkomitmen untuk terus mengawal proses kegiatan pembangunan Kanal Tanggidaa hingga selesai, termasuk mengawal penyelesaian masalah-masalah didalamnya,” ujar Fikram.
Pernyataan ini memberikan keyakinan bahwa langkah-langkah konkrit akan diambil untuk mengatasi stagnasi proyek kanal Tanggidaa dan dampak negatifnya.
Baca Juga: Reses, Adhan Dambea Kritik Fungsi DPRD Gorontalo: DPRD Mati Suri!
Selain itu, Fikram juga menerima keluhan tentang saluran air yang tersumbat di kawasan lorong Telaga Hitam dan lorong Japangi, kelurahan Limba U1. Keluhan ini disikapi dengan serius oleh Fikram, yang berjanji untuk menindaklanjutinya bersama pihak-pihak terkait.
Fikram memberikan jaminan bahwa setiap keluhan dan aspirasi masyarakat Limba U1 akan ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh. Komitmen ini menciptakan harapan bahwa solusi akan diperjuangkannya melalui DPRD.
“Kami serius terhadap setiap aspirasi yang masuk ke kami, dan kami akan segera menindaklanjuti tiap-tiap aspirasi dan keluhan masyarakat tersebut bersama pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (003)

















